Fresh Juice 10 April 2013 – Yoh. 3:16-21: Besarnya Kasih Allah

Play

Pembawa Renungan : Rm. John Laba, SDB

Kis. 5:17-26;
Mzm. 34:2-3,4-5,6-7,8-9;
Yoh. 3:16-21

Besarnya kasih Allah

Santo Yohanes Bosco dikenal sebagai santonya kaum muda. Dalam kisah hidupnya, ia memiliki banyak pengalaman kebersamaan dengan kaum muda  terutama yang miskin dan terlantar. Mengapa ia memilih melayani kaum muda yang miskin? Satu alasan yang pasti adalah, karena ia memang sejak kecil juga mengalami kemiskinan di dalam keluarga. Dari pengalaman ini, ia berniat untuk mengasihi kaum muda yang miskin. Pada suatu kesempatan ia berbicara dengan beberapa siswa binaannya yang sudah berhasil dalam masyarakat. Salah seorang siswanya berkata: Don Bosco, saya bahagia mengenalmu karena saya merasa bahwa engkau sangat mencintaiku. Sekarang saya tidak lagi tinggal bersamamu, maka pesan saya adalah: “Biarkanlah orang-orang muda merasa bahwa mereka memang dikasihi”. Pengalaman Don Bosco ini mengandaikan cinta kasih yang total kepada Tuhan dan sesama! Pengalaman akan kasih Tuhan terpancar bagi sesama.

Hari ini kita mendengar Tuhan Yesus berkata kepada Nikodemus: “Begitu besar kasih Allah akan dunia, sehingga Ia telah menganugerahkan Anaknya yang tunggal, sehingga setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.” Kasih Allah bagi dunia begitu besar. Ia tidak hanya berjanj melalui para nabi  untuk mengasihi manusia tetapi mewujudkan janjiNya dengan mengutus Yesus PuteraNya ke dunia.Kasih Allah semakin luas menjangkau semua orang di dunia ini. Dari pihak Allah, Ia sendiri mengorbankan AnakNya yang tunggal sebagai korban penghapus dosa di atas kayu salib.

Apa yang harus dilakukan oleh manusia? Yesus meminta supaya kita percaya kepadaNya. Kita percaya bahwa Ia adalah Utusan Bapa untuk menyelamatkan dunia. Dialah terang sejati yang sedang datang ke dunia. TerangNya membantu kita untuk melihat kasih Allah yang berlimpah bagi manusia. Yesus juga menghendaki agar kita bertobat dari hidup lama menjadi baru.  Hidup dalam terang berarti membenci seluruh hidup dalam dosa. Hidup dalam dosa berarti hidup di dalam kegelapan dan ini tentu berlawanan dengan Terang. Sekarang pilihlah dihadapan Tuhan mau hidup dalam terang atau gelap?

Marilah kita membantu banyak orang untuk mengalami kasih Allah dan melihat terangNya melalui perbuatan-perbuatan baik yang kita lakukan setiap hari. Jangan berhenti berbuat baik. Jangan berhenti mengasihi sesamamu. Ketika anda mengasihi janganlah menggunakan perhitungan tertentu.

Doa: Tuhan, bantulah kami hari ini untuk mampu mengasihi sesama tanpa membuat perhitungan apapun. Amen

Semoga saudara sekalian di lindungi dan diberkati Allah yang maha kuasa,Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amen

Rm. John Laba, SDB