Fresh Juice 19 September 2014 – Luk. 8:1-3. : Wanita

Play

Pembawa Renungan : RD Yosef Setiawan
Goa Maria Belinyu – Bangka

1Kor. 15:12-20;
Mzm. 17:1,6-7,8b,15;
Luk. 8:1-3.

WANITA

Selamat berjumpa kembali dalam freshjuice, jumat 19 September 2014. Saya, Romo Yosef Setiawan dari Gua Maria Belinyu Bangka mengajak Anda untuk membaca dan menjalankan sabda Tuhan. Marilah pertama-tama kita mengundang Tuhan untuk hadir di tengah-tengah kita.
Marilah berdoa: Dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus
Tuhan Yesus, Engkau berkeliling kota mewartakan kabar gembira, Engkau hadir di Nain dan membangkitkan seorang pemuda, anak seorang janda. Hadirlah juga di tengah-tengah kami untuk membangkitkan kami yang lemah dan menyembuhkan kami yang sakit. Sebab Engkaulah Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Kita buka injil hari ini. Lukas bab 8. Lukas bab 8. Lukas bab 8 ayat 1-3. Saya ulangi …Lukas bab 8 ayat 1-3.
Yesus berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid menyertai Dia dan juga beberapa wanita, yang telah disembuhkanNya dari roh-roh jahat serta berbagai penyakit, selalu menyertai Dia. Para wanita itu ialah: Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh setan; Yohana, istri Khuza, bendahara Herodes, Susana dan masih banyak lagi yang lain. Wanita-wanita itu melayani seluruh rombongan dengan harta kekayaan mereka.
Saudara-saudari saya tertarik kata: wanita……wanita……wanita…..
Saya mau mensharingkan sedikit pengalaman saya. Bagi saya wanita itu di satu pihak membingungkan, di lain pihak mengagumkan.
Pertama, pengalaman saya dibingungkan oleh wanita. Sulit bagi saya memahami perasaan wanita yang cepat berubah-ubah seperti ini, misalnya:
Ada wanita bertanya kepada saya mengenai bajunya: “aku bagus gak pake ini?” saya jawab: bagus. “Tapi kayaknya aku keliatan gemuk deh kalau pake ini”. Ya udah…pake yang lain…. “Tuh kan…aku gemuk..”
Ketika saya puji: Baju barunya bikin kamu cantik… “Oooo jadi kalau pakai baju lain, aku jelek?”
“Cantik mana aku sama dia?” Kamu…. “Bohong!” Ya udah…cantikan dia. “Kamu jahat…!”
Ketika saya menawarkan bantuan: aku anter ya? “gak usah…aku bisa sendiri…” Iya deh kalo gitu. “Iiiih kamu tega ya, aku pulang sendirian?”
Maafin aku ya, kamu gapapa kan? “Aku ga papa..” oke good. “Ah kamu gak sensitive”
Soal beli-beli:
Tas nya ini harga 500 ribu. “Mahal, gak usah”. Kalau yang itu 1,2 juta discount 50% “Wow…harus beli nih…jarang-jarang ada diskon 50 %”
“Aku dong beli sepatu ini 150 ribu, murah ya?” di toko sana harga 145 ribu. “Apa?” yaelah….selisih goceng doaaang…
Mau makan apa? “terserah” ayam? “berminyak”. Ikan? “Gak ah amis…” trus makan apa? “terserah….”
Begitu pengalaman tentang wanita yang membingungkan, berikutnya yang kedua pengalaman yang mengagumkan.
Di sekitar saya banyak wanita rela melayani. Mulai dari Lurah saya di Lenteng Agung…lurah Susan..seorang wanita. Sekarang di tempat tugas saya ini, banyak wanita-wanita hebat melayani…soal makanan, para ibu-ibu lah yang menyediakan….ada ibu yang memasak sekaligus mencuci di pastoran, ada ibu yang tiap hari Minggu pagi membawakan sarapan saya: sit mien..makan mi Bangka. Ada ibu yang rutin membawakan telur ayam kampung, ada ibu yang hobbynya bawain kue-kue..kemaren dibawain lempok cempedak. Ada ibu-ibu donatur untuk kegiatan anak-anak, donatur perlengkapan dapur, LCD, sofa dll. Dari topi sampe sepatu itu pemberian ibu-ibu..
Di komunitas-komunitas basis, yang aktif ikut sharing injil juga mayoritas ibu-ibu. Di Legio Maria mayoritas perwira dan anggotanya, ibu-ibu…hanya 1 bapak yaitu ketua presidiumnya. Ibu-ibu dan suster-suster meski sibuk kerjaan rumah, masih mau ikut saya ke wilayah stasi-stasi. Mereka sangat ringan tangan melayani….
Dan wanita yang paling saya kagum adalah ibu saya. Ketika ada anggota keluarga yang sakit, beliau setia menunggui di rumah sakit, tidak lagi memperhitungkan kesehatannya sendiri….sampe kurang tidur, kecapean…..ketika saya opname, beliau setia menjaga di samping saya. Ketika bapak saya dirawat juga ibu setia menemani. Tengah malam terjaga karena bapak ingin ke belakang. Digendongnya bapak ke kamar mandi. Meski badan bapak lebih berat, ibu bersedia menanggungnya….menggendongnya…membersihkannya… Meski kadang yang sakit itu rewel, marah-marah, ibu tetap sabar dan tabah..luar biasa.
Demikian sharing saya….
Saudara-saudari, pendengar freshjuice, begitulah pengalaman saya tentang wanita. Bagaimana pengalaman Anda?
Marilah berdoa:
Tuhan yang pengasih, Engkau telah mengusir roh-roh jahat dan menyembuhkan berbagai penyakit dari beberapa wanita yang mengikutiMu. Kami berdoa bagi para wanita yang sedang mendengarkan renungan ini, juga kami semua, sudilah kiranya Engkau menguatkan kami dalam tugas pelayanan kami setiap hari. Semoga di kala susah kami mencari Engkau, di kala senang kami memuji Engkau. Bersihkanlah dan sembuhkanlah jiwa raga kami dari dosa yang kami lakukan agar kami pantas menjadi pengikutMu yang sejati. Sebab Engkaulah Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Semoga kita diberkati oleh Allah yang maha kuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.
Akhirnya, selamat menjalankan aktivitas kita hari ini.

Saya, romo Yosef Setiawan dari gua maria belinyu Bangka, beserta segenap tim freshjuice mengucapkan terima kasih atas kesetiaan Anda. Tetap semangat dan berikan yang terbaik untuk setiap hal yang kita lakukan hari ini.
Salam Freshjuice.

RD Yosef Setiawan

Fresh Juice 17 September 2014 – Luk 7:31-35 : Mari Kita Berubah

Play

Pembawa Renungan : Rm John Laba, SDB Jakarta Hari Rabu, Pekan Biasa XXIV 1Kor 12:31-13:13 Mzm 33:2-3.4-5.12.22 Luk 7:31-35 Lectio: Sekali peristiwa berkatalah Yesus kepada orang banyak: “Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini dan dengan apakah mereka itu sama? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan …