Fresh Juice 20 Maret 2013 – Yoh. 8:31-42 : “Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku”

Play

Pembawa Renungan : Rm. John Laba, SDB

Dan. 3:14-20,24-25,28;
MT Dan. 3:52,53,54,55,56;
Yoh. 8:31-42

Injil Yohanes 8:31-42

Saudari- saudara yang dikasihi Tuhan. Saya Pater John SDB hadir lagi dalam Daily Fresh Juice, hari ini Rabu, pekan prapaskah V. Tema renungan kita hari ini adalah “Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku”

Hari ini Yesus mengatakan kata-kata yang keras kepada orang-orang Yahudi, teristimewa orang-orang Yahudi yang percaya kepadaNya: “Jikalau kamu tetap dalam firmanKu, maka kamu benar-benar muridKu dan kamu akan mengetahui kebenaran dan kebenaran akan memerdekakan kamu” Kata-kata Yesus ini kiranya akan terpantul dalam kehidupan komunitas gereja perdana. Mereka akan mengalami banyak kesulitan dalam usaha mereka untuk menjadi murid Kristus yang sejati.

Orang-orang Yahudi pada saat itu memiliki kesombongan tertentu. Dengan mendengar kata-kata Yesus tentang kebenaran yang memerdekakan maka orang Yahudi langsung mengatakan bahwa mereka adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Padahal yang Yesus maksudkan dengan kebenaran yang memerdekakan adalah merdeka dari dosa dan salah. Untuk hal ini Yesus berkata: “Sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. Hamba tidak tetap tinggal di dalam rumah, anaklah yang tinggal di dalam rumah. Kalau anak memerdekakan kamu maka kamu sungguh menjadi orang merdeka”. Meskipun Yesus menjelaskan lebih sederhana tetapi mereka tetap tidak mengerti. Hati mereka tetap tertutup dan hanya berbangga bahwa Abraham adalah Bapa mereka. Padahal Abraham juga percaya kepada Allah maka konsekuensinya mereka juga harus percaya pada Allah di dalam diri Yesus Kristus.

Yesus sedang berbicara kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepadaNya. Lihatlah bahwa mulut boleh mengakui belum tentu sikap dan perbuatan mengikuti perkataan yang keluar dari mulut. Mereka adalah orang Yahudi yang percaya kepadaNya tetapi seolah-olah Yesus tidak berarti bagi mereka. Ini adalah tantangan tersendiri bagi kita. Dalam hal apa tantangan itu? Pertama, kita sudah dibaptis maka hidup kita hendaknya sungguh-sungguh mengikuti Kristus. mengakui diri sebagai pengikut Kristus maka sikap hidup kita hendaknya menyerupai Kristus. Misalnya, Apakah anda bisa mengampuni musuh dan berdoa bagi mereka yang menganiaya kamu? Kedua, Orang-orang Yahudi memiliki kesombongan rohani bahwa mereka memiliki Abraham sebagai Bapa. Orang-orang katolik juga memiliki kesombongan rohani yang lebih dari itu. Ketika masuk dalam suatu persekutuan, baru mulai belajar doa dan meditasi misalnya, sudah ada perasaan lebih dari orang lain. Ada yang merasa diri lebih kaya atau pintar padahal di hadapan Tuhan kita semua sama. Ketiga, Allah ada, Dia tidak hilang. Saya ingat kata-kata Paus Emeritus Benediktus XVI: “Saya senang melihat banyak orang bangga sebagai pengikut Kristus. Allah selalu membimbing Gereja terutama di saat-saat yang sulit.”

Kata-kata Yesus yang menguhkan kita semua pada hari ini dari Injil adalah: “Jikalau Allah adalah Bapamu , kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Aku datang bukan karena kehendakKu sendiri tetapi kehendak Dia yang mengutus Aku”. Hanya Yesus saja yang memerdekakan kita dari dosa. Mari kita berusaha untuk semakin mencintai Yesus dengan pertobatan kita. Bertobatlah, baharuilah hatimu.

Doa: Tuhan Yesus Kristus, terima kasih karena Engkau mengingatkan kami pada hari ini untuk mencintai Engkau sebagai Utusan Bapa yang memerdekakan kami dari perbudakan Dosa.