Pria Katolik Hari #21 – Dengarlah

Pada hari ini saya membawakan sebuah refleksi berjudul “Dengarlah”. Pertama-tama kita bersyukur kepada Tuhan karena Ia menciptakan kita sebagai manusia dengan bagian-bagian tubuh yang sempurna. Apakah anda pernah menyadari bahwa telingamu ada dua, letaknya di samping kiri dan kanan wajahmu dengan daun telinga yang terbuka lebar untuk menampung bunyi yang …

Pria Katolik Hari #20 – Berani Ke Tempat Yang Dalam

Play

Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Luk setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” …

Pria Katolik Hari #19 – Haruslah Berkualitas

Play

Kalau kita mengunjungi sebuah toko yang menjual perabot rumah tangga biasanya kita memiliki kriteria tertentu. Misalnya kalau kita mau membeli sebuah meja. Pikiran kita adalah ukuran ruangan di rumah untuk memuat meja tersebut, kita akan meraba meja tersebut dan merasakan kasar tidaknya, kayu dan hasil pekerjaannya bagus atau tidak, apakah …

Pria Katolik Hari #18 – Makna sebuah kehadiran

Play

Rekan-rekan pria katolik yang terkasih. Permenungan kita pada hari ini saya kasih judul makna sebuah kehadiran. Pada suatu kesempatan saya berbicara dengan seorang pemuda. Ia mengakui bahwa dirinya adalah anak tunggal di dalam keluarga. Hidupnya berkelimpahan karena apa saja yang ia minta selalu dipenuhi oleh orang tuanya. Ia merasa bahwa …

Pria Katolik Hari #16 – Harga Sebuah Pengorbanan

Play

Ada seorang sahabat pernah bertanya kepadaku: “Apakah benar bahwa pengorbanan kaum pria itu lebih kecil dari pada kaum wanita?” Saya mengatakan kepadanya bahwa hal ini tergantung pada sudut pandang mana kita menilai kualitas pengorbanan seseorang. Kita tidak bisa begitu saja mengatakan bahwa kaum wanita lebih banyak berkorban di dalam hidupnya karena dia …

Pria Katolik Hari #14 – Berani Melawan Arus

Play

Pada suatu kesempatan saya berbincang-bincang dengan sekelompok orang muda. Saya bertanya kepada mereka tentang cita-cita dan harapan mereka untuk menyambut masa depan. Ada yang mengatakan bahwa hidup itu menjadi indah ketika kita mengikuti falsafah sungai. Sungai itu selalu mengalir sesuai dengan keaadaan tanah di bumi. Ia mengalir mencari tempat yang …